Semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati melalui upacara dan perayaan seremonial. Nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.
Pengamat pendidikan Adjat Wiratma mengatakan, momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi ruang untuk menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air, gotong royong, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Kemerdekaan bukan sekadar sejarah yang kita kenang setiap bulan Agustus. Kemerdekaan adalah amanah yang harus kita isi dengan karya, pendidikan, prestasi, dan kepedulian kepada bangsa,” ujar Adjat.
Menurut dia, generasi muda memiliki tantangan yang berbeda dengan generasi pejuang kemerdekaan. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata, kini perjuangan dapat diwujudkan melalui ilmu pengetahuan, kreativitas, inovasi, serta kemampuan menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.
Adjat menilai pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga semangat tersebut. Sekolah dan keluarga tidak hanya perlu mencetak anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk karakter yang memiliki rasa tanggung jawab sebagai warga negara.
“Anak-anak harus memahami bahwa menjadi generasi Indonesia berarti memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” katanya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan kemerdekaan tahun ini sebagai momentum untuk bergerak bersama, berkarya bersama, dan membangun Indonesia dari lingkungan masing-masing.
“Jangan biarkan semangat kemerdekaan hanya berkobar selama bulan Agustus. Jadikan semangat itu energi untuk terus belajar, bekerja, berkarya, dan memberikan manfaat bagi Indonesia,” tutur Adjat.
