Di tengah pesatnya perkembangan media digital, minat generasi muda terhadap radio ternyata masih tetap bertahan. Hal ini terlihat dari antusiasme mahasiswa dalam kegiatan workshop keradioan yang diselenggarakan Bonas Radio beberapa waktu lalu.
Mengusung tema FREKUENSI (Forum Kreativitas, Edukasi, dan Koneksi Suara Inspirasi), kegiatan ini menjadi bukti bahwa radio masih memiliki tempat di hati Gen Z, khususnya sebagai ruang berekspresi, belajar, dan membangun koneksi. Para peserta yang didominasi mahasiswa tampak aktif mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari sesi pembukaan hingga workshop inti.
General Manager Bonas Radio, Adjat Wiratma, menegaskan bahwa workshop ini tidak hanya sekadar kegiatan belajar teknis, tetapi juga ruang eksplorasi potensi diri. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadirkan sebagai wadah untuk mencoba, mengasah kemampuan, serta membuka peluang bagi mahasiswa untuk menemukan potensi yang mungkin selama ini belum disadari.
“Workshop ini kami hadirkan bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi sebagai ruang untuk mencoba, ruang yang memberi kesempatan bagi siapa saja untuk mengenal, mengasah, bahkan mungkin menemukan potensi yang selama ini belum sempat disadari,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap peserta tidak hanya membawa pulang pengetahuan, tetapi juga keberanian untuk melangkah lebih jauh dalam dunia penyiaran. Menurutnya, langkah kecil yang dimulai dari kegiatan ini bisa menjadi awal lahirnya karya-karya besar di masa depan.
Antusiasme peserta juga terlihat saat sesi materi yang menekankan bahwa siaran radio bukan sekadar berbicara, melainkan kemampuan menyampaikan pesan secara efektif agar dapat didengar, dipahami, dan diingat oleh audiens.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa di tengah dominasi platform digital, radio tetap relevan bagi Gen Z sebagai media yang mampu menghadirkan kedekatan emosional dan ruang kreativitas. Melalui workshop seperti ini, radio tidak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi dan berkembang mengikuti karakter generasi masa kini.

